Portal Berita Online & Advertising

Isran Noor: Pelonggaran Aktivitas dan Mudik Lebaran Tahun ini Perlu Pengawasan Ekstra

0 810

Saskindo Media, Samarinda – Dalam rangka kesiapan menghadapi Idul Fitri 1443 H/Tahun 2022, Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Isran Noor menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Selasa 19 April 2022.

Rapat Kordinasi dilanjutkan dengan press conference yang turut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Polisi Imam Sugianto, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi dan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK.

Gubernur Kaltim Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, pelonggaran aktivitas dan mudik lebaran tahun ini harus dilakukan pengawasan ekstra, setelah dua tahun lebaran dilakukan pembatasan dan pelarangan sebab pandemi Covid-19.

“Ditahan dua tahun, maka mudik lebaran dan pelonggaran aktivitas selama libur lebaran tahun ini perlu kerja keras dan perhatian serius lintas sektoral dalam pengamanan serta pengawasannya,” ungkap Gubernur Isran Noor.

Kemudian, Gubernur meminta serta menghimbau kepada jajaran dinas dan instansi di lingkungan Pemprov Kaltim agar secara intensif membangun komunikasi, koordinasi dan sinergi lintas sektoral guna mengantisipasi membludaknya arus mudik dan aktivitas libur lebaran sebab balas dendam.

“Jadi, libur lebaran tahun ini, masanya orang balas dendam. Karena gara-gara wabah corona, dua kali lebaran tidak bisa kemana-mana, meski jua bobol,” jelasnya.

Selain itu, Isran Noor kembali mengingatkan agar instansi terkait melakukan antisipasi kekurangan dan kelangkaan bahan pokok kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, menjaga ketersediaan dan kecukupan bahan pokok guna memastikan stok mencukupi, sehingga kenaikan bahkan lonjakan harga barang pokok bisa diantisipasi.

“Sembilan bahan pokok, tapi bukan itu saja, semua bahan pokok penting harus diawasi agar kebutuhan masyarakat cukup. Apalagi, aktivitas ekonomi dilonggarkan dan permintaan masyarakat pasti meningkat, maka harus terus diupayakan langkah-langkah antisipasi,” bebernya.

Selama ini di Kaltim diakuinya, sudah terjadi masalah harga dan kecukupan (ketersediaan) beberapa bahan pokok kebutuhan masyarakat.

(SM/AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.