Portal Berita Online & Advertising

Sekda Kaltim Apresiasi Inflasi Lima Tahun Terakhir Alami Penurunan

0 1,138

Saskindo Media, Samarinda – Jelang hari raya idul fitri 1443 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni meminta agar melakukan koordinasi antarpihak di tingkat pemerintah lembaga maupun stakeholder.

Koordinasi yang dimaksud dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan jangkauan harga bahan pangan dan barang strategis di daerah.

Melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kaltim, ia berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan pihak yang terlibat.

“Hal itu sebagian dari upaya pengendalian inflasi khususnya di Provinsi Kaltim,” ungkapnya mewakili Gubernur Kaltim membuka High Level Meeting TPID Kaltim, Selasa (19/4/2022).

Kata dia, dilihat laju inflasi tahun ke tahun (yoy) Provinsi Kaltim lima tahun terakhir. Mulai tahun 2017 3,16 persen, tahun 2018 3,24 prrsen, tahun 2019 1,66 persen, dan tahun 2020 0,78 persen.

Laju inflasi Kaltim dari tahun ke tahun menunjukan penurunan sehingga laju inflasi Kaltim di bawah target inflasi nasional.

“Saya menyampaikan apresiasi atas peran aktif para bupati wali kota dan jajarannya, kepala OPD maupun seluruh anggota TPID Provinsi Kaltim dengan dukungan Bank Indonesia serta Satgas Pangan melalui koordinasi yang baik,” terangny.

Sebab, dengan upaya pengendalian inflasi di daerah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Lebih lanjut, kata dia, arahan Presiden RI Joko Widodo dalam acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021, agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga.

Artinya, menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, kelembagaan petani perlu terus diperkuat, akses pemasaran diperluas dengan pemanfaatan teknologi termasuk platform digital.

Serta, penyaluran KUR pertanian dioptimalkan dengan mempercepat dan mempermudah penyalurannya, termasuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian.

“Serta didukung pula dengan pendampingan yang intensif kepada pelaku usaha pertanian,” tandasnya.

(SM/AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.