Portal Berita Online & Advertising

Gubernur Kaltim Keluhkan Minimnya Dana Perimbangan ke Kaltim

0 1,377

Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Rapat Koordinasi (Rakor) Administrasi Pembangunan se-Kalimantan Timur digelar di Ballroom Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Senin (23/5/2022).

Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam Rakor ia mengeluhkan kurangnya dana perimbangan ke Kaltim sebagai daerah penghasil.

Sementara, selama ini kontribusi Kaltim sangat besar, tetapi dana yang kembali dirasakan masih sangat kurang.

Terlebih, Kaltim dihadapkan beberapa masalah mengenai pembangunan. Seperti, pembangunan infrastruktur, jalan dan jembatan yang kondisinya rusak di sejumlah wilayah Kaltim.

“Jalan di Kaltim di mana-mana banyak yang hancur,” ungkapnya.

Ia mengeluh, Kaltim sebagai daerah penghasil anggaran yang diterima malah turun. Setara ketika penerimaan anggaran di wilayah Jawa naik.

Lebih lanjut, kata dia, komoditi kelapa sawit menghasilkan sekitar 2,5 hingga 3 miliar USD perbulan. Apabila dirupiahkan mencapai Rp 350 triliun.

Dan itu hanya contoh bagian dari CPO (Crude Palm Oil). Belum lagi di sektor minyak dan gas ataupun batu bara.

“Itu tidak seimbang dengan hasil dan anggaran yang diterima di pusat,” bebernya.

Sewaktu menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ia mengusulkan dana bagi hasil seharusnya fifty-fifty.

Semisal, 50 persen dikelola pusat dan 50 persen kembali ke daerah penghasil. Hal itu guna menyeimbangkan disparitas pembangunan yang jauh antara daerah Pulau Jawa dengan di luar Pulau Jawa.

“Kalau hal itu diterapkan, maka pendapatan daerah rata-rata bisa menambah 100 persen,” tandasnya.(AA/Adv/KominfoKaltim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.