Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Desa Loa Duri Ilir, yang berada di Kecamatan Loa Janan, tengah mengalami transformasi signifikan. Dipimpin oleh Kepala Desa Fahri Arsyad, desa ini berupaya menjadi pusat ekonomi baru dengan fokus pada pengembangan pariwisata. Visi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Salah satu proyek desa yang sedang di kerjakan merupakan bagian dari strategi desa untuk memperkuat perekonomian lokal dengan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami sedang mengembangkan kolam terapi ikan dan kolam renang dewasa. Ini bukan hanya tentang menambah daya tarik, tetapi juga tentang menciptakan peluang ekonomi bagi warga,” ungkap Fahri, Selasa (16/4/2024).
Desa Wisata Loa Duri Ilir, yang dikelola oleh Bumdes, berambisi meningkatkan pendapatan desa melalui pariwisata. Infrastruktur desa sedang diperbaharui, termasuk pengecoran jalur masuk dan pembuatan tangga kayu ulin yang menuju atraksi Flying Fox. Selain itu, peningkatan kualitas jalan dan area parkir juga menjadi prioritas, bersamaan dengan pembangunan zona bermain anak dan aksesibilitas untuk kendaraan roda dua.
Desa ini menawarkan atraksi di kawasan wisata seluas satu hektar dengan tiket yang terjangkau. Pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan seperti Flying Fox, berenang, memancing, dan menjelajahi perkebunan lokal.
“Kami ingin kolam renang anak kami menjadi tempat yang menyenangkan bagi keluarga, terutama selama liburan,” kata Fahri.
Desa Wisata Loa Duri Ilir menawarkan kombinasi kegiatan alam, edukatif, dan rekreasi yang menjanjikan.
Kesuksesan Desa Loa Duri Ilir dalam mempromosikan pariwisata lokal menunjukkan potensi desa-desa di Kutai Kartanegara sebagai destinasi wisata yang menguntungkan. Dengan manajemen yang efektif dan inovatif, desa-desa ini berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warganya, membuka lembaran baru dalam narasi pembangunan daerah.(lx/adv/diskominfokukar)