Desa Loa Janan Ulu Terpilih Jadi Lokasi Pencanangan Intervensi Stunting di Kaltim
Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, dipilih sebagai pusat kegiatan pencanangan intervensi stunting serentak oleh Pemprov Kaltim yang akan melibatkan 10 kabupaten/kota di provinsi yang digelar pada Rabu (12/6/2024).
Satgas Percepatan Penurunan Angka Stunting BKKBN Kaltim, Ns Masdar John mengumumkan rencana ini selama peringatan Hari Hipertensi Sedunia di Pos Kesehatan Masyarakat Desa (Poskesdes) Loa Janan Ulu.
“Penurunan angka stunting di Kaltim dari 23,9 persen pada 2022 menjadi 22,9 persen pada 2023 adalah signifikan,” ujar Masdar John.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah konvergensi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah terbukti efektif.
Intervensi stunting serentak ini akan mencakup pendataan, penimbangan, pengadaan alat antropometri, dan fasilitasi kegiatan edukasi. “Kami menargetkan seluruh posyandu di Kaltim mencapai 100 persen,” kata Masdar.
Kick-off pencanangan pada 12 Juni 2024 akan dilakukan oleh Pj Gubernur Kaltim dan Ibu Pj Ketua PKK Provinsi Kaltim, dengan dukungan teknologi melalui Zoom Meeting untuk 10 kabupaten/kota.
Sementara itu, Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo, menyambut baik rencana kunjungan Pj Gubernur. “Ini adalah kunjungan pertama orang nomor satu di Kaltim ke desa kami dalam puluhan tahun terakhir,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Desa Loa Janan Ulu memiliki catatan positif dengan nol kasus stunting, berkat bantuan rutin berupa susu untuk balita dan gizi untuk ibu hamil.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan seluruh perangkat daerah aktif untuk mencapai target 100 persen dalam penurunan angka stunting di Kaltim. “Semoga tahun ini Kaltim bebas stunting,” harapnya.(adv/diskominfokukar)