Portal Berita Online & Advertising

Bupati PPU Tinjau Arus Mudik di Jembatan Pulau Balang dan Pelabuhan Ferry

0 788

Saskindo Media, Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melakukan pemantauan arus mudik di Jembatan Pulau Balang dan Pelabuhan Ferry PPU pada Sabtu (29/3/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran perjalanan warga yang pulang kampung menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Bupati didampingi oleh Plt. Kadis PU Sodikin, Kadis Perhubungan Alimuddin, Camat Penajam, serta sejumlah pejabat setempat. Usai peninjauan, rombongan menutup kegiatan dengan buka puasa bersama di Masjid Ar-Rahman, Penajam.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan PPU dan Balikpapan dioperasikan sementara dengan sistem satu arah. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi kelayakan jalan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di Jembatan Pulau Balang relatif lancar dan tidak seramai jalur mudik lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat masih memilih rute konvensional seperti Pelabuhan Ferry PPU atau jalur darat alternatif.

Bupati Mudyat Noor mengimbau warga memanfaatkan fasilitas ini guna mengurangi kepadatan di titik tertentu.
“Fasilitas yang ada harus digunakan secara bijak. Jaga keselamatan, patuhi rambu-rambu, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. Hindari insiden yang dapat mengganggu perjalanan mudik,” pesannya.

Selain Jembatan Pulau Balang, pemerintah juga membuka Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B, dan 5A secara terbatas sebagai jalur alternatif selama arus mudik dan balik Lebaran.

Berikut pengaturan penggunaan Jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang khusus kendaraan Golongan I (sedan, jip, minibus): Balikpapan – PPU: Melalui Jembatan Pulau Balang (24–31 Maret 2025) via Jalan KKT Kariangau, PPU – Balikpapan: Melalui Batas Kalimantan Selatan (1–7 April 2025). Operasional jalur ini berlaku pukul 06.00–18.00 WITA dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Saat meninjau Pelabuhan Ferry dan Klotok, Bupati menyoroti kepadatan penumpang serta kondisi infrastruktur yang perlu diperbarui, khususnya di Pelabuhan Umum Klotok dan Speedboat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan tata kelola pelabuhan demi kelancaran arus penumpang.

“Kami telah merencanakan revitalisasi Pelabuhan Klotok dan Speedboat. Tahap pembebasan lahan akan segera dilaksanakan dengan koordinasi masyarakat sekitar,” ujar Bupati Mudyat.

Hasil pemantauan menunjukkan penurunan jumlah pengguna Pelabuhan Ferry PPU dibanding tahun sebelumnya. Diduga, hal ini disebabkan oleh adanya alternatif jalur melalui Jembatan Pulau Balang dan perbaikan jalan di Kilometer 38.

“Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan transportasi. Semoga perjalanan mudik berjalan lancar dan fasilitas yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan baik,” tutup Bupati.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan arus mudik 2025 berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pemudik. (adv/diskominfo-ppu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.