Portal Berita Online & Advertising

Pemkab PPU Percepat Infrastruktur Strategis, Dapat Dukungan Penuh dari Pusat

0 675

Saskindo Media, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur strategis dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Bupati PPU, Mudyat Noor, melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodoa, di Jakarta pada Kamis (15/5/2025) guna memastikan sejumlah rencana pembangunan terkait konektivitas, lingkungan, serta ketahanan air dan pangan dapat terealisasi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai wilayah penyangga utama IKN, Pemkab PPU bertekad untuk terintegrasi penuh dengan ibu kota baru, bukan hanya sekadar menjadi pendukung.

Salah satu proyek utama yang diajukan adalah pembangunan Jembatan Sungai Riko, yang akan menghubungkan Kelurahan Gresik, Buluminung, dan Pantai Lango. Jembatan ini dinilai krusial karena dapat memangkas waktu tempuh yang saat ini mencapai dua jam via jalur darat atau laut menggunakan kapal kecil. Dengan adanya jembatan, perjalanan antarwilayah tersebut diprediksi hanya memakan waktu 20-30 menit.

“Ini bukan sekadar memperpendek jarak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan akses layanan dasar bagi masyarakat pesisir,” tegas Mudyat.

Selain infrastruktur transportasi, Pemkab PPU juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung. TPST ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, menggeser paradigma lama yang hanya mengandalkan pembuangan akhir.

“Kita perlu sistem pengelolaan sampah modern, terutama karena PPU berada di kawasan strategis nasional,” jelas Mudyat.

Dua proyek lain yang turut diajukan adalah pembangunan Bendungan Lawe-Lawe dan Bendung Gerak Sungai Telake. Kedua infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung sektor pertanian, penyediaan air bersih, serta menjaga stabilitas lingkungan di PPU.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pembangunan IKN. Masyarakat PPU harus merasakan manfaat nyata,” tambahnya.

Pertemuan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Mudyat Noor. Seluruh usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian PUPR.

“Alhamdulillah, Pak Menteri menyambut baik proposal kami. Ini menjadi sinyal kuat bahwa PPU akan berkembang seiring dengan pembangunan IKN,” pungkas Mudyat. (adv/diskominfo-ppu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.