Portal Berita Online & Advertising

Lomba Desain Grafis Disdikbud Kukar Meriahkan Hardiknas 2025

0 657

Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan lomba desain grafis bagi guru SD, SMP, dan siswa SMP se-Kukar. Kegiatan yang berlangsung di Aula Disdikbud Kukar pada Jumat (23/5/2025) ini merupakan bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa lomba ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kreativitas, tetapi juga mendorong pemanfaatan Chromebook sebagai alat berkarya, bukan sekadar untuk pembelajaran.

“Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki kemampuan kreatif, seperti desain grafis, agar dapat menginspirasi siswa,” ujar Joko.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan tema yang bervariasi. “Jika ada kompetisi serupa di tingkat provinsi atau nasional, kami siap mengirim perwakilan sesuai kriteria,” tambahnya.

Ketua Panitia Lomba Desain Grafis, Rohman Bin Alfan, menyebutkan bahwa lomba ini diikuti oleh 167 peserta, terdiri dari 121 siswa SMP, 31 guru SMP, dan 15 guru SD. Lomba difokuskan pada tingkat SMP karena dinilai lebih siap dalam hal kreativitas dan penguasaan teknologi.

“Tahun ini, kami memulai dengan tingkat SMP terlebih dahulu. Untuk SD, karena penggunaan Chromebook masih terbatas, belum kami libatkan. Namun, ke depannya, SD juga akan dipertimbangkan,” jelas Rohman.

Lomba mengangkat tema desain motif batik Kalimantan, bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

“Kami ingin anak-anak bangga dengan budaya sendiri. Dengan mendesain batik khas Kalimantan, mereka bisa lebih mengenal dan mempromosikan kekayaan daerah,” ungkap Rohman.

Lomba dibagi menjadi tiga kategori: siswa SMP, guru SMP, dan guru SD, untuk memastikan penilaian berlangsung adil. Desain pemenang tidak hanya dipamerkan, tetapi juga akan digunakan sebagai souvenir resmi Disdikbud Kukar, seperti tas, notebook, atau cenderamata lainnya.

“Ke depan, souvenir dinas tidak lagi mengambil desain dari internet, melainkan hasil karya guru dan siswa sendiri,” tegas Rohman.

Nurhidayati, guru pendamping SMP 4 Tenggarong Seberang, mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang bagi siswa dan guru untuk berkreasi secara digital.

“Saya bersyukur atas diadakannya acara seperti ini. Lomba ini sangat positif bagi pengembangan kreativitas siswa, sekaligus menunjukkan bahwa menggambar tidak hanya bisa dilakukan secara manual, tetapi juga melalui teknologi seperti Chromebook,” ujarnya.

Ia berharap lomba serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk mendorong inovasi dalam pendidikan.

“Semoga program ini berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar bagi dunia pendidikan,” tutup Nurhidayati. (adv/diskomifo-kukar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.