Portal Berita Online & Advertising

Program Gratispol yang Mengubah Jalan Kuliah Mianda

0 565

Saskindo Media, Samarinda – Di sebuah sudut kampus UINSI Samarinda, Mianda Nur Khadijah duduk dengan senyum yang sulit disembunyikan. Mahasiswi S1 Program Studi Perbankan Syariah itu baru saja memastikan bahwa kuliahnya bisa terus berjalan tanpa beban biaya UKT yang sebelumnya menghantui. Semua itu karena satu program yang ia sebut sebagai “penolong besar”: Gratispol (Gratis Pendidikan untuk Semua), program beasiswa Pemprov Kaltim yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi namun berpenghasilan terbatas.

Mianda pertama kali mengenal program ini bukan dari cerita panjang di media sosial atau diskusi teman. Ia mengetahuinya melalui pengumuman resmi pendaftaran di UINSI. Waktu itu, ia sempat ragu-ragu mendaftar, takut tidak lolos, namun dorongan keluarga membuatnya mencoba.

“Saya dapat infonya dari kampus, Begitu baca persyaratannya, saya langsung daftar. Alhamdulillah ternyata lolos,” tuturnya.

Kabar kelolosan itu menjadi momen yang ia sebut sebagai “hari paling lega sepanjang semester.” Satu kata menggambarkan perasaannya: senang. Tapi di balik kata sederhana itu ada cerita panjang tentang kecemasan, biaya kuliah, dan keberanian meraih kesempatan. Bagi Mianda, Gratispol bukan hanya beasiswa, tetapi titik balik dalam perjalanan pendidikannya.

“Programnya sangat membantu, terutama untuk mahasiswa dari luar kota Samarinda seperti saya,” katanya.

Latar keluarga membuat bantuan seperti ini menjadi sangat berarti. Ayahnya seorang wiraswasta dengan pendapatan yang naik-turun, sementara biaya UKT yang harus ia bayar mencapai Rp4,5 juta, angka yang jauh melampaui kemampuan keluarga menanggungnya.

“Kalau tidak ada Gratispol, mungkin saya bibgung cara membayarnya. Karena diluar cakupan pendapatan orang tua saya,” ucapnya lirih.

Program ini membuatnya bisa fokus belajar tanpa dihantui kekhawatiran biaya setiap semester.

Bagi Mianda, Gratispol bukan sekadar bantuan akademik. Ini adalah ruang nafas bagi mahasiswa yang ingin bertahan, bertumbuh, dan meraih masa depan yang tidak tertutup oleh batas finansial. Ia melihat Gratispol sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan, sekaligus harapan bagi ribuan mahasiswa lain yang berada di posisi yang sama.

“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Semoga terus berlanjut,” katanya.

Harapan itu ia ulang beberapa kali. Mianda ingin Gratispol berjalan tanpa hambatan administratif, tanpa pemangkasan, dan diperluas agar semakin banyak mahasiswa bisa merasakan perubahan yang sama.

“Semoga selalu ada, terus berjalan, dan makin baik ke depannya,” ujarnya.

Bagi Mianda, Gratispol bukan hanya program. Ia adalah jembatan yang mengantar mimpinya tetap hidup. Dan bagi banyak mahasiswa lain di Kaltim, Gratispol sedang menjadi bukti bahwa masa depan bisa tetap diperjuangkan asal ada tangan yang mau membantu mengangkat. (ain)

Leave A Reply

Your email address will not be published.