Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, menyatakan bahwa tidak ada lagi desa di Kukar yang berstatus tertinggal. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Perkembangan ini terlihat dari peningkatan status seluruh 237 desa di Kukar, dengan 87 di antaranya telah mencapai status desa mandiri. Arianto menegaskan bahwa sejak 2022, tidak ada lagi desa tertinggal maupun sangat tertinggal di wilayah tersebut.
“Ini adalah hasil kerja keras bersama, mulai dari perangkat desa hingga dukungan lintas sektor di pemerintah daerah,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 24 desa berkembang yang sedang dibina untuk naik status menjadi desa maju, bahkan dipersiapkan menuju desa mandiri. Sementara itu, desa-desa lainnya telah mencapai status desa maju, membuktikan bahwa seluruh wilayah desa di Kukar telah keluar dari kategori tertinggal.
DPMD Kukar terus mendorong percepatan peningkatan status desa melalui pembinaan intensif, sosialisasi indikator baru Indeks Desa, serta pendampingan program di lapangan.
“Kami ingin desa berkembang segera naik kelas. Pendekatannya kami lakukan secara menyeluruh,” tegas Arianto.
Selain itu, upaya strategis dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antarsektor, terutama dalam pemenuhan infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pendekatan holistik ini didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat dan transparansi pengelolaan dana desa.
Ke depan, fokus pembangunan desa akan diarahkan pada penguatan UMKM lokal dan perluasan akses digital, guna membuka pasar lebih luas bagi produk-produk desa.
Dengan sinergi yang terus dibangun, Kukar menargetkan seluruh desanya mencapai kemandirian penuh dalam waktu dekat.
“Kami ingin seluruh desa berkembang segera naik status. Pembinaan terus kami lakukan agar target ini tercapai,” pungkas Arianto. (adv/diskominfo-kukar)