Portal Berita Online & Advertising

Pemerintah Kaltim Kaji Pembuatan Aplikasi Transportasi Online Lokal

0 760

Saskindo Media, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mengevaluasi kemungkinan pembuatan aplikasi transportasi daring lokal yang akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda). Langkah ini diambil sebagai solusi atas keluhan para pengemudi ojek online mengenai tarif yang tidak sesuai aturan dan potongan pendapatan yang dinilai terlalu besar.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi bersama Sekretaris Daerah dan Komisi II DPRD Kaltim sepakat untuk segera mempelajari peluang ini lebih lanjut.

“Ada usulan dari berbagai pihak, termasuk Bu Sekda dan Komisi II DPRD. Kami akan segera mengkaji sejauh mana Perusda mampu mengembangkan aplikasi ini,” ujarnya di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, kajian teknis akan dilakukan untuk menilai kapasitas Perusda dalam mengembangkan platform tersebut. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi juga akan dievaluasi agar pengembangan aplikasi berjalan optimal.

Seno Aji optimis bahwa Kaltim memiliki talenta lokal yang mumpuni untuk menciptakan aplikasi transportasi daring yang tidak hanya melindungi kepentingan pengemudi, tetapi juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami membutuhkan tenaga IT yang handal, dan saya yakin Kaltim mampu. Jika kajian menunjukkan kelayakan, Perusda akan segera memulai pengembangannya,” tegasnya.

Inisiatif ini juga merupakan respons atas ketidakadilan tarif yang diterapkan oleh operator aplikasi nasional, yang dinilai merugikan pengemudi lokal. Pemprov Kaltim berencana memanggil seluruh operator transportasi daring yang beroperasi di wilayahnya untuk memastikan kepatuhan terhadap tarif resmi sesuai SK Gubernur.

Kehadiran aplikasi lokal diharapkan menjadi alternatif yang lebih adil bagi pengemudi sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Tujuannya, pertama untuk kesejahteraan mitra pengemudi, dan kedua untuk menambah PAD,” jelas Seno Aji.

Kajian teknis akan segera dimulai, dan jika hasilnya positif, Perusda akan langsung menggarap aplikasi tersebut. Dengan demikian, Kaltim berpotensi memiliki platform transportasi daring mandiri yang lebih berpihak pada masyarakat lokal. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.