Portal Berita Online & Advertising

Dinsos PPU Siapkan Program Inovatif, Bantu Penyandang Disabilitas Lebih Mandiri

0 695

Saskindo Media, Penajam Paser Utara – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah merencanakan program bantuan bagi penyandang disabilitas pada tahun 2025. Salah satu fokus utama program ini adalah penyediaan kaki palsu bagi warga yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup para penerima manfaat.

Kepala Dinsos PPU, Saidin, menyatakan bahwa program bantuan untuk penyandang disabilitas tetap menjadi prioritas di tahun ini. “Saat ini, kami sedang mempersiapkan bantuan kaki palsu. Berdasarkan usulan yang telah diverifikasi, terdapat lima orang yang terdaftar sebagai calon penerima bantuan,” ujarnya pada Kamis (20/3/2025).

Saidin menjelaskan bahwa harga kaki palsu sangat bervariasi, tergantung pada jenis dan kualitasnya, baik yang diproduksi secara lokal maupun impor. Namun, mengingat keterbatasan anggaran, Dinsos PPU memilih untuk menggunakan kaki palsu buatan lokal yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Untuk satu unit kaki palsu di atas lutut, harganya sekitar Rp16.083.600, sedangkan untuk kaki palsu di bawah lutut, harganya Rp6.258.170 per unit,” jelasnya.

Pada tahun ini, Dinsos PPU mengalokasikan bantuan sebanyak lima unit kaki palsu di atas lutut dan 10 unit kaki palsu di bawah lutut. Dengan perhitungan tersebut, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Program ini merupakan bagian dari upaya Dinsos PPU untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan mandiri.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif bagi penerima, baik dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Dengan begitu, mereka dapat lebih berdaya dan memiliki kesempatan yang lebih baik,” tutup Saidin. (adv/diskominfo-ppu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.