Saskindo Media, Samarinda – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Kaltim tahun 2022 dibuka langsung Gubernur Kaltim, Isran Noor membuka kegiatan itu di Grand Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Sabtu (26/2/2022).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, para pemuda harus ikut andil dalam pembangunan Provinsi Kaltim.
Sebab, kata dia, dukungan para pemuda, sangat dibutuhkan mengingat tantangan pembangunan Bumi Etam ini begitu kompleks, mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, pendidikan dan berbagai persoalan lainnya.
Pemuda pancasila merupakan bagian integral indonesia yang memiliki tanggung jawab moral. Turut ambil bagian dalam pembangunan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“Muswil Pemuda Pancasila saya nilai sangat penting dalam rangka mempertahankan eksistensi organisasi yang lebih baik ke depan,” ujarnya
Lebih lanjut, pemuda pancasila harus tetap kritis dan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah untuk bersama-sama berjuang mewujudkan Kaltim berdaulat.
Kemudian, menuntut keadilan, pemerataan pembangunan,dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemuda Pancasila harus bisa menjadi pelopor agen perubahan serta terlibat langsung dalam pembangunan sesuai dengan profesi, kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemuda Pancasila Kaltim secara nyata berbuat untuk anggota dan masyarakat yang diwujudkan dalam partisipasi di bidang pendidikan.
“Tidak terkecuali Pemuda Pancasila bersama ormas lainnya di Kaltim juga ikut berperan dan berpartisipasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” tutur Isran.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, mengatakan, dalam pelaksanaan Muswil ada tiga pokok yang dimusyawarahkan.
Yakni, mengenai evaluasi program lima tahun terakhir, menyusun program lima tahun ke depan, dan menentukan pemimpin dan pengurus lima tahun ke depan.
Kata dia, pemuda Pancasila adalah organisasi kemasyarakatan yang berbasis massa. Artinya, merrka menghimpun massa sebanyak-banyaknya.
“Kemudian mengaderkannya menjadi kader bangsa,” jelasnya.
(SM/AA)