Portal Berita Online & Advertising

Pemerintah Desa Loa Raya Dorong Petani Ikan Olah Hasil Panen agar Lebih Menguntungkan

0 661

Saskindo Media, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, berkomitmen memperbaiki sistem distribusi hasil perikanan agar lebih menguntungkan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Selama ini, ketergantungan pada tengkulak dinilai mengurangi keuntungan yang seharusnya didapatkan para petani ikan.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengungkapkan bahwa sekitar 15 kelompok pembudidaya ikan di desanya masih bergantung pada tengkulak dari luar daerah untuk memasarkan hasil panen. Hal ini menyebabkan harga ikan sering ditentukan sepihak, merugikan para petani.

“Petani tidak bisa menentukan harga sendiri. Mereka hanya mengikuti harga yang ditetapkan tengkulak, padahal sudah bekerja keras untuk panen,” ujarnya.

Selain itu, ukuran ikan yang tidak sesuai permintaan pasar turut menjadi kendala. Ikan berukuran besar sulit dijual di pasar lokal, sehingga harus dikirim ke luar daerah dengan biaya tambahan yang memberatkan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Desa Loa Raya meluncurkan dua program utama. Pertama, pelatihan pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti abon. Kedua, pembentukan koperasi distribusi untuk menjual hasil perikanan langsung ke pasar tanpa perantara.

“Kami sudah melatih ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM agar mampu memproduksi olahan ikan. Selain itu, kami mendorong pembentukan koperasi untuk distribusi yang lebih mandiri,” jelas Martin.

Pemerintah Desa juga sedang menjalin kerja sama dengan sejumlah swalayan dan toko oleh-oleh di Kutai Kartanegara (Kukar). Tujuannya agar produk olahan ikan dari Loa Raya dapat memasuki pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan pembudidaya.

“Kami ingin para petani tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga bisa mengolah, mengemas, dan memasarkannya sendiri,” tambah Martin.

Dengan langkah ini, Martin optimistis ketergantungan pada tengkulak dapat dikurangi secara bertahap. Ia berharap masyarakat dapat lebih mandiri dan tercipta sistem distribusi yang adil.

“Jika kita bisa mengelola dari hulu ke hilir, perekonomian desa pasti akan tumbuh. Inilah yang sedang kami wujudkan bersama masyarakat,” tutupnya. (adv/diskominfo-kukar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.