Portal Berita Online & Advertising

Pengurus KKMB Kaltim Periode 2021-2026 Resmi Dilantik

0 445

Saskindo Media, Samarinda – Ketua dan Pengurus Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kaltim masa bakti 2021-2026 resmi dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional KKM Bone, H. Moh. Rusdi Taher di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Sabtu, (12/02/2022.

Pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera pataka Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) dari Ketua DPN KKMB H. Moh. Rusdi Taher kepada H. Ismail Bolang Ketua DPP KKKMB Kaltim.

Acara Pelantikan pun turut dihadiri oleh Bupati Bone DR. H. Andi Fahsar M Padjalangi, M.Si, Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Raja Gowa Andi Kumala Ijo, Walikota Samarinda Andi Harun dan Walikota Bontang Basri Rase.

Ketua DPP KKMB Kaltim ,Ismail bolong mengatakan, salah satu program kerja yang pertama akan dia beserta pengurus KKMB lakukan adalah membuat kesekretariatan untuk Dewan Pengurus Provinsi Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (DPP-KKMB) Kalimantan Timur.

“Selama ini kita tidak punya kesekretariatan yang memadai untuk berdiskusi atau berkumpul untuk membahas program-program kerja, tadi baru diresmikan oleh ketua KKM Bone Pusat yang disaksikan oleh Bupati Bone Andi Fahsar Padjalang,”ungkapnya.

Ia mengatakan, besar harapan bisa membangun sinergisitas dengan pemerintah daerah dan panguyuban-panguyuban yang ada di kaltim. Bahkan wali kota samarinda sempat menyebutkan akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten bone terkait ketersedian pagan di Samarinda.

“Kaltim bakal menjadi ibu kota Negara, pasti akan banyak suku-suku dari luar akan bermukin disini, perlu menjalin silaturahmi, agar hamonisasi di masyarakat di tengah peradaban digital bisa terjalin dengan baik” sebutnya.

Dia memaparkan program kerja yang akan kita bangun adalah kegiatan sosial, dimana hal tersebut bisa menjadi penyambung silaturahmi dengan masyarakat yang ada di Kaltim.

Ismail meneruskan, pemahaman kebudayaan perlu dilestarikan sehingga, warisan leluhur dari kakek nenek kita, bisa terus eksis meski di tanah ratauan.

“Banyak orang bone yang sudah beranak cucuk di kaltim. bahkan mereka tidak pernah melihat kampung halaman kakek nenek mereka, tetapi identitas mereka sebagai orang bone tetap mereka pertahankan” tutupnya.

(AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.