Portal Berita Online & Advertising

Rapat Koordinasi BBI, Wakil Gubernur Mengapresiasi Program Pusat

0 936

Saskindo Media, Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi secara daring (dalam jaringan) mengikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Peningkatan Pembelian dan Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI)

Didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Abu Helmi di Ruang Heart of Borneo lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (24/2/2022).

Rapat Koordinasi (Rakor) mengusung tema Perkuat Inisiasi Nyata melalui Inovasi dan Sinergi untuk Pemulihan Ekonomi. Yang dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest), Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah perlu melalui aksi afirmasi dari pemerintah daerah untuk membeli produk dalam negeri sebesar Rp 200 triliun melalui e-Purchasing dan e-Tendering pada 2022.

Sebab, pemerintah daerah memiliki daya beli yang besar dengan menciptakan permintaan terhadap produk dalam negeri. Sehingga kata dia, tercapai proses industrialisasi, penciptaan lapangan kerja dan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, bentuk keberpihakan kepada pelaku usaha adalah melalui belanja pemerintah daerah untuk produk dalam negeri.

“Kita kompak, kita semua satu, kita memiliki rasa tanggung jawab bagi kesejahteraan rakyat maka ini akan mudah dilaksanakan,” ujarnya.

Kata dia, dengan membangun kolaborasi dari semua jajaran kementerian/lembaga dan pemda, maka bisa lakukan secara efektif dan efisien.

Di lokasi berneda, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menyambut baik dan mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui jajaran kementerian dan lembaga yang akan melaucnhing e-Catalouge.

Terkhusus untuk pasar atau pelaku UMKM, sehingga bisa go digital dan go global. Dan itu merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Pun kata Hadi, Pemprov Kaltim telah melaksanakan e-Catalouge sebelumnya. Berdasar dari laporan instansi terkait, sudah 40 persen dari pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemprov Kaltim melalui e-Catalouge.

“Artinya kita terus berupaya melakukan percepatan-percepatan untuk kemudahan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan,” bebernya.

(SM/AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.