Portal Berita Online & Advertising

Sebut Pengerjaan Turap Kurang Maksimal, Amir Tosina Minta PUPRK Evaluasi

0 746

Saskindo Media, Bontang – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Amir Tosina menilai pengerjaan turap di beberapa wilayah di Kota Taman tidak sempurna.

Hal tersebut ia dapati lantaran banyak keluhan masyarakat mengenai banyaknya turap yang roboh. Di antaranya turap di RT 12 Kelurahan Gunung Elai, Turap di Jalan Damai Kelurahan Kanaan, dan Sungai Betlehem yang longsor.

“Aduan masyarakat sudah banyak turap yang runtuh, bahkan sampai mengakibatkan longsor,” ujarnya saat tengah rapat kerja, Selasa (30/5/2023).

Oleh karena itu, politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) menindaklanjuti hal tersebut. Agar tidak menimbulkan dampak yang lebih memprihatinkan terhadap masyarakat.

Selain itu ia juga meminta dinas terkait melakukan evaluasi. Menurutnya rapat yang terus dilakukan hanya sia-sia jika tidak ada aksi di lapangan, sehingga ia mendesak PUPRK segera menindaklanjuti aduan warga setempat.

“Percuma rapat terus kalau tidak ada tindak lanjut. Runtuhnya turap kan cukup berbahaya”, sebutnya.

Sementara, Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edy Suprapto menuturkan pengerjaan turap menjadi prioritas pihaknya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023 mendatang.

“Sudah kita petakan, semoga pengerjaannya berjalan dengan baik. Serta bisa dieksekusi di anggaran perubahan”, harapnya.

Adapun turap yang menjadi skala prioritas di antaranya turap di RT 12 Gunung Elai, Turap Sungai di Jalan Tampubolon Kelurahan Satimpo, dan Turap di Kelurahan Satimpo. (ADV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.