Portal Berita Online & Advertising

Sekda Provinsi Beber Empat Tupoksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim

0 372

Saskindo Media, Samarinda – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni yang baru dilantik 30 Maret 2022 lalu mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim).

Kepala Disdikbud Kaltim, Anwar Sanusi menyambut langsung kedatangan Sekda.

Perempuan pertama di Provinsi Kaltim tersebut bersama Sekretaris Sofia Rahmi, pejabat eselon III dan IV, serta Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP-BKT) Iman Hidayat.

Dalam kunjungan pertama Sri Wahyuni sebagai sekda Kaltim ini, dia memaparkan empat poin penting yang harus dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Disdikbud Kaltim.

Poin pertama, mengenai tertib administrasi.

“Kita ingin setiap kegiatan yang dilakukan itu adalah benar-benar merealisasikan itu yang namanya target indikator kinerja,” kata Sri Wahyuni pada pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Kersik Luway Disdikbud Kaltim, Kamis (14/4/2022).

Kedua, mengenai urusan pendidikan. Ke depan, akan dibentuk tim gugus tugas yang memetakan berapa potensi anak didik (lulusan SMA/SMK)di Kaltim, lalu dipetakan juga berapa kebutuhan di pasar industri.

Dan implementasi di lapangan, menirit dia, apakah jurusan harus ditambah, dikurangi. Atau menambah jurusan lain yamg dibutuhkan di pasar industri.

“Apakah link and match nya sudah ketemu. Jurusan multimedia misalnya, yang saat ini sedang tren,” jelas.

Ketiga, terkait urusan kebudayaan. Kata dia, Kaltim dikenal bukan hanya dari sumber daya alamnya tetapi juga budayanya.

Semisal, Museum Mulawarman perlu perhatian sehingga bisa menjadi museum yang hidup lagi. Dan setiap pengunjung yang datang bisa terkenang dan memiliki memori mengenai gambar kesultanan tempo dulu.

“Nah itu budayanya harus kita angkat, salah satunya Museum Mulawarman,” harapnya.

Poin keempat, perihaldengan beasiswa. Di mana Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) akan diperluas peruntukkannya, selain pelajar juga ada pekerja sektor jasa produktif.

Kemudian pelaku ekonomi kreatif, perkoperasian dan industri (welding).

“Kenapa kita memerlukan itu, karena ketika mereka memiliki kompetensi, mereka bisa bekerja. Ketika mereka bisa bekerja, mereka juga bisa menarik angkatan kerja yang lain,” bebernya.

(SM/AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.