Portal Berita Online & Advertising

Wagub Kaltim Ungkapkan Kekecewaan Masyarakat, Dana CSR Perusahaan Batu Bara Mengalir Ke UI

0 1,512

Saskindo Media, Samarinda – Pemerintah Daerah merasa kecewa dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan besar bidang pertambangan batu bara di Kalimantan Timur mengalir ke Universitas Indonesia (UI).

Adanya aliran dana CSR  sebesar 500 miliar ke Universitas Indonesia (UI) dirasa kurang pas oleh Pemerintah Daerah.

Hal itu dipertanyakan, sebab kenapa dana itu tak diberikan di Kaltim.

“Ini kan pertanyaan yang menggelitik masyarakat,” sindirnya, Selasa (10/5/2022).

Secara tegas ia menyamapikan, bahwa pertanyaan tersebut bukan darinya pribadi. Melainkan, pertanyaan dari masyarakat Kaltim.

“Bukan dari saya loh, ini masyarakat Kaltim yg bertanya, kenapa kok diberikan ke sana, tidak diberikan ke Kaltim,” bebernya.

Menurut dia, perusahaan layaknya bijak melihat proporsi Kaltim, dalam hal ini yang juga memberikan Sumber Daya Alam (SDA) untuk dikeruk dan menjadi profit.

Kepentingan masyarakat juga sangat penting, terutama dalam dunia pendidikan.

Perusahaan yang bekerja di Kaltim juga kerap diminta agar ikut membantu dalam kepentingan masyarakat luas di Benua Etam agar tak hanya merasakan dampak namun juga manfaat dari adanya perusahaan yang beroperasi.

“Berapa juta batu bara yang diambil, kok tidak diberikan ke masyarakat Kaltim. Perusahaan tambang lah (yang memberi dana CSR ke UI), artinya kita tidak iri, tapi kalau disana diberi, di sini diberi juga harusnya begitu,” tandasnya.

Disinggung mengenai kekecewaannya, ia menegaskan bukan dia, tetapi masyarakat di Bumi Mulawarman sangat kecewa.

Dengan harapan, pihak perusahaan lebih memperhatikan keberlangsungan serta kesejahteraan masyarakat yang dekat dengan wilayah kerjanya terlebih dahulu.

“Yang kecewa bukan saya, masyarakat Kaltim, mewakili masyarakat Kaltim merasa kecewa, harusnya ada perhatian serius untuk Kaltim,” bebernya.(AA/ADV/KominfoKaltim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.