Portal Berita Online & Advertising

Antisipasi Sebaran Hoax Kalangan Remaja, Pemprov Kaltim Gelar Sosialisasi Literasi di Sekolah

0 1,156

Saskindo Media, Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim gelar sosialisasi literasi digital tingkat sekolah.

Hal itu dilakukan, dalam upaya antisipasi penyebaran berita palsu atau hoaks yang menyesatkan anak kalangan remaja.

Langkah tersebut sebagai antisipasi Pemerintah Provinsi dalam mencegah berita hoaks menyesatkan warga Kota Tepian.

Diskominfo Kaltim mulai menggencarkan sosialisasi dibsekolah SMKN 18 yang berlokasi di Jalan SKB Karya Bhakti Kelurahan Lempake, Samarinda baru-baru ini.

Sosialisasi dipandu langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim, Tri Wahyuni.

Tutur hadir anggota DPRD Kaltim, Rusman Yaqub serta Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim, Charles Siahaan.

Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, sosialisasi bahaya hoaks kepada remaja perlu diperkuat sejak dini. Sebab menurut salah seorang wartawan senior Kaltim ini, kelompok emaja khususnya pelahar sangat rentan mengkonsumsi informasi atau berita yang tidak benar (Hoaks).

Terlebih, pelajar di sekolah ini hampir semua menggunakan teknologi.

“Grakan sosialisasi literasi digital demikian harus terus gencar dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk yang dapat terjadi ke depannya,” ungkapnya.

Memasuki tahun politik, para remaja harus mulai mempersiapkan diri dalam mengawal pesta demokrasi dengan senantiasa membentengi diri dari gempuran berita hoaks.

Pun sebagian dari mereka memikiki hak untuk memilih di tahun 2024 nanti.

“Sudah sepatutnya dibentengi dengan pengetahuan seputar bahaya hoaks,” bebernya.

Di lokasi sama, Anggota DPRD Kaltim, Rusman Yaqub menyampaikan agar remaja di Kaltim mampu membedakan informasi yang layak dikonsumsi dan tidak layak dikonsumsi.

Apalagi menurut politisi PPP ini, semua pengguna sosial media bisa terpapar hoaks. Dengan begitu, perlu ketelitian dan kewaspadaan dalam mencerna informasi dari media sosial.

Lanjutnya, lebih bahaya lagi ketika informasi itu sudah memikiki unsur berita palsu kemudian disebarluaskan. Itu yang perlu diantisipasi, sebab tak menutup kemungkinan penyebar hoax dapat dipidana.

“Kami mengimbau agar adik-adik di sekolah ini bisa membedakan informasi-informasi yang layak dan tidak layak,” terangnya.

(SM/AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.